Baca Kisah Korban
Peristiwa Penghilangan Paksa di Juli, Bireuen - Jejak yang Tak Pernah Padam: Suara dari Simpang Jaya

Kisah Korban

Peristiwa Penghilangan Paksa di Juli, Bireuen - Jejak yang Tak Pernah Padam: Suara dari Simpang Jaya

Berikut adalah kisah-kisah korban yang telah didokumentasikan oleh tim KKR.

Baca Narasi Peristiwa

SB, 62 tahun

Korban peristiwa Simpang Jaya

"Suami saya yang bernama RcvbH, Bapak dulu Imam di kampong, Bapak dibawa pada saat sedang bekerja bersama masyarakat membuat (membangun) sekolah SD baru karena yang lama sudah dibakar. Bapak dibawa dengan menggunakan mobil Reo. Saya tidak mengetahui bapak dibawa kemana. Sepanjang hari kami(keluarga) mencari beliau sambil menangis-nangis mencari beliau. Nyawa suami bukanlah sesuatu yang bisa ditukar dengan uang."

MY, 54 tahun

Korban peristiwa Simpang Jaya

"Peristiwa yang dialami suami saya yang bernama RZ, Dalam perjalanan pulang pergi membawa lembu ke Pekan Sabtu, bapak ada dipukul oleh aparat. Karena ketika mereka bertanya dalam bahasa Indonesia, bapak tidak terlalu paham dan tidak bisa menjawab makanya dipukul. Bukan hanya beliau sendiri, kalau misalkan pergi bersama teman-temannya mereka juga kena pukul"

ON, 32 tahun

Keluarga Korban Penghilangan Paksa di Juli, Bireuen

"Ibu saya yang bernama MY, Ibu dibawa oleh tentara POS Simpang Jaya pada tahun 2003. Pada saat ditangkap ibu saya sedang memasak. Ibu dibawa oleh aparat untuk mencari adik beliau yang GAM, setelah dibawa itu tidak dipulangkan lagi sampai saat ini. Ibu dibawa sebagai penunjuk jalan. Awalnya ibu dibawa ke meunasah, setelah dari meunasah dibawa ke Simpang (Pos Simpang jaya), Simpang itu Pos mereka setelah itu tidak tahu lagi dibawa kemana, waallahualam, hanya Allah yang tahu."